Sore itu
hujan turun lebat sekali diiring petir,... Lia masih di dalam Galerynya,.. dia
tidak berani pulang,... Galery ini sering dikunjungi Lia,... Karna disinilah
Lia habiskan sebagian besar waktunya. Lia mengambil jurusan seni lukis,..
pemandangan yang sering digambarnya adalah tertib matahari,.. ujian kemarin Lia
melukis pemandangan andalannya itu dan Lia berhasil mendapatkan nilai A. Kini
semangat itu kian menggebu-ngebu,. Dia semakin cinta dengan seni lukis.
Sebenarnya
Lia ingin sekali cepat pulang tapi hujan begitu lebat,.. terjebak di dalam
galery. Hanya ada 5 anak dalam galery itu dan satu-satunya siswa baru adalah
Lia. Jelas sekali wajahnya muram tak bisa disembunyikan. Dia sedang merindukan
seseorang. Tatapannya memandang keluar jendela kaca. Memandangi hujan dan angin
serta petir yang menyambar-nyambar.
“Aku
rindu kamu Arka, saat seperti ini biasanya kita lihat pelangi sehabis hujan,...
kalau disini apa ada pelangi” kebiasaan buruknya keluar,...suka bicara
sendiri.. diam-diam karna Lia mematung cukup lama,.. tak sadar dirinya menjadi
objek model lukisan. Ada seorang kakak tingkatnya yang dari tadi memandangi Lia
dan maaf saja nie,... wajah Lia yang begitu inonce
tak mungkin dilewatkan olehnya untuk dilukis. Lukisan wajah Lia masih
bertengger di kanvas,... Galery ini memang tak pernah sepi pengunjung, apalagi
kalau musim ujian,. Banyak siswa yang menginap di galery. Terkesima dengan
sosok Lia,.. laki-laki yang tak lain adalah kakak tingkat Lia ini diam-diam
suka mencuri ekspresi wajah Lia,..ternyata tidak kali ini saja. wajah yang
polos, lembut dan hangat. Kali ini tak tanggung-tanggung, benar-benar sedang
mujur,.. Lia sosok yang selalu dicarinya termangung diam mematung dalam muram
di galery tersebut,.. cepat saja bagi Tyo untuk melukisnya,...
Petir
besar menggelegar,... angin ribut mengedor jendela kaca,.. angin menerobos
masuk ruangan dan menghamburkan kertas-kertas gambar lukisan kesana kemari
memenuhi ruangan. Kejadian ini kontan membuat Lia bangun dari lamunannya,..
berdiri dan menyaksikan karya-karya kakak tingkatnya berhamburan,... wajah
itu,.. deg,.. tatapan matanya begitu tulus mengarah ke Lia,.. sesaat terasa dunia berhenti
berputar,, angin ribut berubah menjadi angin sepoi-sepoi detak jantung berlomba
dengan detak jarum jam. Suara petir bagai lagu pengiring yang merdu., seperti
ada kilat diantara mereka berdua,...
Kertas-kertas
berhamburan, kanvas, dan cat tumpah kesana kemari,.. lukisan yang baru tadi di
lukis,.. terguyur tinta warna tosca,..., lamunan mereka berhenti, saat Tyo
sadar,.. karyanya jadi rusak tertuang tinta, rasa kesal terlihat jelas di garis
mukanya,. Lia akhirnya ikut membantu merapikan lukisan-lukisan yang
berserakan,.. dan menghampiri Tyo,..
“itu
lukisan mu” tanya Lia
“iyaw,..
tapi sayang sekali tertuang tinta,.. jadi rusak,...” ketus Tyo,.. meski
menjawab dengan ketus dan wajah yang tertunduk, Tyo tak bisa menyembunyikan
dejavu nya dia kala Lia mendekatinya. Wajah Lia bagai Sihir, yang mampu membuat
seluruh dunia Tyo mengarah padanya.
“apa
tidak bisa diperbaiki lagi” tanya Lia,...
Lidah Tyo
yang kelu saat itu tak bisa menjawab apapun yang dikatakan Lia, hanya saja
matanya tak bisa berpaling melihat gadis inonce
tersebut.
Lia
mendekati lukisan Tyo,.. dan mencoba memperbaiki apapun yang bisa dia lakukan
untuk menyelamatkan lukisan itu,... warna ijo tosca menutupi dua pertiga bagian
lukisan,... Lia justru mengambil kuas dan meratakan cat itu ke seluruh lukisan.
Tyo heran dengan apa yang dilakukan Lia. Akhirnya ada suara yang keluar.
“Lukisanku
kau apakan”
“sekarang
lukisan mu menjadi tosca,” sejenak diam, Lia memandangi wajah Tyo yang penuh
heran. Tyo yang masih tak mengerti maksud Lia, berada sedekat ini membuat
jantungnya berdetak lebih keras daripada suara drum.
“kau bisa
melukisannya lagi wanita dalam lukisan mu itu,.. kau bisa mengambarnya lagi
kan” sambil memperhatikan wajah Tyo
“tapi aku tidak punya modelnya lagi,..
kaauuu,,.. kau mau jadi modelnya” Dengan sedikit menyembunyikan dejavu nya, dan menutup-nutupi wanita yang
digambar itu adalah Lia.
Akhirnya
Tyo menyelesaikan lukisan toscanya. Senyum simpul begitu ringan, lembut dan
hangat dari Lia tergambar jelas begitu indah dan anggun. Inilah cinta tosca,..
wajah itu, terlukis abadi dalam lembaran berwarna tosca,... mendayu ringan tak diminta
tak dipaksa,..
(Senyuman
mu- Letto)
Indah mata mu
Derai rambut mu
Menunjukkan aku tlah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati
Sinar wajah mu
Lembut kata mu
Sepertinya mampu mengobatinya
Hingga terasa begitu hampa semuanya sirna
Mengobati luka
Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari
Begitu,..
Ternyata
cinta itu mudah saja,...
Se-sederhana
kau minta,..
Sejenak
keindahan itu seakan abadi menjadi milik mereka berdua,....dan yang jauh
disana,.. Arka,.. yang sudah sekian lama terpatri masih jua membumi dihati Lia.
Irisan Novel Cinta Tosca,...
