Rabu, 14 Agustus 2013

Cinta Tosca


Sore itu hujan turun lebat sekali diiring petir,... Lia masih di dalam Galerynya,.. dia tidak berani pulang,... Galery ini sering dikunjungi Lia,... Karna disinilah Lia habiskan sebagian besar waktunya. Lia mengambil jurusan seni lukis,.. pemandangan yang sering digambarnya adalah tertib matahari,.. ujian kemarin Lia melukis pemandangan andalannya itu dan Lia berhasil mendapatkan nilai A. Kini semangat itu kian menggebu-ngebu,. Dia semakin cinta dengan seni lukis.
Sebenarnya Lia ingin sekali cepat pulang tapi hujan begitu lebat,.. terjebak di dalam galery. Hanya ada 5 anak dalam galery itu dan satu-satunya siswa baru adalah Lia. Jelas sekali wajahnya muram tak bisa disembunyikan. Dia sedang merindukan seseorang. Tatapannya memandang keluar jendela kaca. Memandangi hujan dan angin serta petir yang menyambar-nyambar.
“Aku rindu kamu Arka, saat seperti ini biasanya kita lihat pelangi sehabis hujan,... kalau disini apa ada pelangi” kebiasaan buruknya keluar,...suka bicara sendiri.. diam-diam karna Lia mematung cukup lama,.. tak sadar dirinya menjadi objek model lukisan. Ada seorang kakak tingkatnya yang dari tadi memandangi Lia dan maaf saja nie,... wajah Lia yang begitu inonce tak mungkin dilewatkan olehnya untuk dilukis. Lukisan wajah Lia masih bertengger di kanvas,... Galery ini memang tak pernah sepi pengunjung, apalagi kalau musim ujian,. Banyak siswa yang menginap di galery. Terkesima dengan sosok Lia,.. laki-laki yang tak lain adalah kakak tingkat Lia ini diam-diam suka mencuri ekspresi wajah Lia,..ternyata tidak kali ini saja. wajah yang polos, lembut dan hangat. Kali ini tak tanggung-tanggung, benar-benar sedang mujur,.. Lia sosok yang selalu dicarinya termangung diam mematung dalam muram di galery tersebut,.. cepat saja bagi Tyo untuk melukisnya,...
Petir besar menggelegar,... angin ribut mengedor jendela kaca,.. angin menerobos masuk ruangan dan menghamburkan kertas-kertas gambar lukisan kesana kemari memenuhi ruangan. Kejadian ini kontan membuat Lia bangun dari lamunannya,.. berdiri dan menyaksikan karya-karya kakak tingkatnya berhamburan,... wajah itu,.. deg,.. tatapan matanya begitu tulus mengarah ke  Lia,.. sesaat terasa dunia berhenti berputar,, angin ribut berubah menjadi angin sepoi-sepoi detak jantung berlomba dengan detak jarum jam. Suara petir bagai lagu pengiring yang merdu., seperti ada kilat diantara mereka berdua,...
Kertas-kertas berhamburan, kanvas, dan cat tumpah kesana kemari,.. lukisan yang baru tadi di lukis,.. terguyur tinta warna tosca,..., lamunan mereka berhenti, saat Tyo sadar,.. karyanya jadi rusak tertuang tinta, rasa kesal terlihat jelas di garis mukanya,. Lia akhirnya ikut membantu merapikan lukisan-lukisan yang berserakan,.. dan menghampiri Tyo,..
“itu lukisan mu” tanya Lia
“iyaw,.. tapi sayang sekali tertuang tinta,.. jadi rusak,...” ketus Tyo,.. meski menjawab dengan ketus dan wajah yang tertunduk, Tyo tak bisa menyembunyikan dejavu nya dia kala Lia mendekatinya. Wajah Lia bagai Sihir, yang mampu membuat seluruh dunia Tyo mengarah padanya.
“apa tidak bisa diperbaiki lagi” tanya Lia,...
Lidah Tyo yang kelu saat itu tak bisa menjawab apapun yang dikatakan Lia, hanya saja matanya tak bisa berpaling melihat gadis inonce tersebut.
Lia mendekati lukisan Tyo,.. dan mencoba memperbaiki apapun yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan lukisan itu,... warna ijo tosca menutupi dua pertiga bagian lukisan,... Lia justru mengambil kuas dan meratakan cat itu ke seluruh lukisan. Tyo heran dengan apa yang dilakukan Lia.  Akhirnya ada suara yang keluar.
“Lukisanku kau apakan”
“sekarang lukisan mu menjadi tosca,” sejenak diam, Lia memandangi wajah Tyo yang penuh heran. Tyo yang masih tak mengerti maksud Lia, berada sedekat ini membuat jantungnya berdetak lebih keras daripada suara drum.
“kau bisa melukisannya lagi wanita dalam lukisan mu itu,.. kau bisa mengambarnya lagi kan” sambil memperhatikan wajah Tyo
 “tapi aku tidak punya modelnya lagi,.. kaauuu,,.. kau mau jadi modelnya” Dengan sedikit menyembunyikan  dejavu nya, dan menutup-nutupi wanita yang digambar itu adalah Lia.
Akhirnya Tyo menyelesaikan lukisan toscanya. Senyum simpul begitu ringan, lembut dan hangat dari Lia tergambar jelas begitu indah dan anggun. Inilah cinta tosca,.. wajah itu, terlukis abadi dalam lembaran berwarna tosca,... mendayu ringan tak diminta tak dipaksa,..
           (Senyuman mu- Letto)
Indah mata mu
Derai rambut mu
Menunjukkan aku tlah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati
Sinar wajah mu
Lembut kata mu
Sepertinya mampu mengobatinya
Hingga terasa begitu hampa semuanya sirna
Mengobati luka
Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari 
Begitu,..
Ternyata cinta itu mudah saja,...
Se-sederhana kau minta,..
Sejenak keindahan itu seakan abadi menjadi milik mereka berdua,....dan yang jauh disana,.. Arka,.. yang sudah sekian lama terpatri masih jua membumi dihati Lia.



Irisan Novel Cinta Tosca,...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar